Tampilkan postingan dengan label perbankan syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perbankan syariah. Tampilkan semua postingan

Selasa, Maret 27, 2012

Journey to Bandung



Suatu kali dalam perjalanan pulang ke bandung, lebih tepatnya baleendah, kabupaten bandung (yang sering terkena banjir itu lo!!) dengan menggunakan bis MGI.  Nur Fadilah Chuby duduk bersebelahan dengan seorang Bapak yang bawel tapi mengasikan. Lalu Bapak itu bertanya..
“mau ke bandung iya, Neng?” si Bapak
“iya, Pak”
“oh..kuliahan iya, Neng?”
“iya Pa, kok tau?”
“habis, Neng telah mengkuliahkan hatiku”
Hahahahah kembaran andre  OVJ kali neh Bapak.
“Kuliah dimana, Neng?”
“Di STEI TAZKIA pa, itu lo pak, kampus pertama yang ada di Sentul, Rektornya  pa Syafi’I Antonio”
Continue reading...

Selasa, Desember 27, 2011

Perkembangan system perbankan syariah



Sejak awal kelahiran, perbankan syariah dilandasi dua gerakan renaissance Islam modern: neorevivalis dan modernis. Tujuan utama dari lembaga keuangan syariah adalah sebagai upaya kaum muslimin untuk mendasari segenap aspek kehidupan ekonominya berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.
Tahun 1940, di Pakistan dan Malaysia menerapkan Profit  andLoss Sharing dalam mengelola dana jamaah haji secara non-konvensional.
Tahun 1963, kairo mesir merintis institusi Islamic rulal bank di desa Mit Ghamar. Beroprasi sebagai rural social Bank (semacam BMT) di sepanjang sungai nil. Meski bersekala kecil, institusi ini mampu memicu perkembangan system financial dan ekonomi Islam.
Tahun 1970 Desember, mesir mengajukan proposal untuk mendirikan Bank Syariah proposal tersebut diterima.
Tahun 1973 Maret, pada siding mentri Luar Negri OKI di Benghazi, Libia. Mengkaji proposal usulan tersebut dan memutuskan agar OKI mempunyai bidang yang khusus menangani masalah ekonomi dan keuangan. Pada bulan juli, komite ahli dari Negara-negara Islam, bertemu di jedah untuk membicarakan pendirian Bank Islam.
Tahun 1974 Mei, membuat rancangan pendirian bank berupa anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Tahun 1975 Jedah, pendirian Islamic Development Bank  (IDB). Dengan modal 2 miliar dinar Islam. semua Anggota OKI menjadi anggota IDB.
Tahun 1980 awal, Bank Syariah bermunculan di Mesir, Sudan, Negara-negara Teluk, Pakistan, Iran, Malaysia, Bangladesh dan Turki.
PERKEMBANGAN BANK-BANK SYARIAH DI BERBAGAI NEGARA
PAKISTAN
Continue reading...

Jumat, Desember 09, 2011

Perkembangan system perbankan syariah




Sejak awal kelahiran, perbankan syariah dilandasi dua gerakan renaissance Islam modern: neorevivalis dan modernis. Tujuan utama dari lembaga keuangan syariah adalah sebagai upaya kaum muslimin untuk mendasari segenap aspek kehidupan ekonominya berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.
Tahun 1940, di Pakistan dan Malaysia menerapkan Profit  andLoss Sharing dalam mengelola dana jamaah haji secara non-konvensional.
Tahun 1963, kairo mesir merintis institusi Islamic rulal bank di desa Mit Ghamar. Beroprasi sebagai rural social Bank (semacam BMT) di sepanjang sungai nil. Meski bersekala kecil, institusi ini mampu memicu perkembangan system financial dan ekonomi Islam.
Tahun 1970 Desember, mesir mengajukan proposal untuk mendirikan Bank Syariah proposal tersebut diterima.
Tahun 1973 Maret, pada siding mentri Luar Negri OKI di Benghazi, Libia. Mengkaji proposal usulan tersebut dan memutuskan agar OKI mempunyai bidang yang khusus menangani masalah ekonomi dan keuangan. Pada bulan juli, komite ahli dari Negara-negara Islam, bertemu di jedah untuk membicarakan pendirian Bank Islam.
Tahun 1974 Mei, membuat rancangan pendirian bank berupa anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Continue reading...

chikal note

google analytics

 

Chikal Note Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
Cake Illustration Copyrighted to Clarice